![]() |
| credit : disini |
Dia yang dulu ku kenal adalah sosok sangat terbuka kepadaku. hampir tidak ada satupun yang tidak aku ketahui tentang dia. Namun entah, apa sebab dia berubah. Waktu demi waktu, satu per satu kebohongan dia mulai terkuak.
Aku tidak tau apa sebab nya dia menjadi seperti itu. Aku juga tidak tau apa salahku hingga sekarang dia tak pernah lagi jujur ke aku. Padahal dia selalu bersumpah bahwa apa yang dia katakan adalah benar. Namun tak lama kemudian aku selalu memperoleh fakta bahwa semua itu dusta.
Selalu aku bertanya kepadanya,
Apakah kata-kata cinta yang kau ucapkan selama ini juga dusta? apakah semua yang kau janjikan hanyalah bualan semata? Entah sudah berapa kali perasaanku ini kau permainkan dengan semua dusta itu dan berapa kali juga kata maaf aku berikan dengan cuma-cuma dengan alasan "aku sayang kamu". tapi kenapa kamu masih tidak mengerti? apakah perasaan dan maafku itu tidak berharga hingga tiada jeranya kamu berdusta? apakah aku robot yang tidak memiliki perasaan hingga dengan tega kamu mendua dengan dia? sebaik apa dia dibanding aku yang selalu ada buatmu dengan rasa dan maaf yang tak berbatas untukmu? sebaik apa dia yang meski tahu kamu tak lagi sendiri
Dan sejauh aku bertanya jawabanmu masih sama. jawaban tanpa kejujuran di dalamnya.
Ya, aku tau beratus atau beribu kalipun aku berkata maupun bertanya pasti kepada dia pasti jawabannya akan sama. karena dia tak pernah mencoba mengerti, tak pernah mencoba memahami. Karena bagi dia, kejujuran itu sulit. amat sangat sulit.
![]() |
| credit : disini |


No comments:
Post a Comment